Kenali Tahapan Penting Pertumbuhan serta Perkembangan Bayi Tiap Bulan

Dari bayi baru lahir yang hanya dapat menangis dan belum bisa apa-apa usia tertentu sudah dapat merangkak, tengkurap, berjalan dan bicara.

Kita selalu bertanya-tanya bulan ini perkembangan bayi kita apa saja? Apakah telah sesuai dengan usianya? Bulan depan kemampuan baru apa lagi yang bisa si kecil lakukan?

Tetapi bunda tidak perlu terlalu fokus dan khawatir akan tahap perkembangan milestones bayi bunda, karena tiap bayi beda-beda, tidak ada yang sama persis pertumbuhannya.

Tahap Pertumbuhan dan perkembangan bayi berlangsung dengan sangat cepat, dari janin dalam rahim ibu lahir menjadi bayi yang belum bisa apa-apa sampai menjadi bayi kecil yang mulai belajar berjalan.

Semua ini tidak butuh waktu lama dengan perkembangan baru dan menarik setiap bulannya dari si kecil.

Ada bayi yang telah mengucapkan kata pertamanya pada usia 8 bulan, ada juga yang baru mulai berbicara sesudah usia1 tahun. Sedangkan langkah pertama bayi bisa sangat bervariasi mulai dari usia 9 bulan sampai 1.5 tahun.

Baca juga: Luar Biasa! Proses Pertumbuhan Bayi dalam Kandungan

 

Tahap Pertumbuhan dan Perkembangan Bayi Tiap Bulan

 

tahap perkembangan bayi 0-12 bulan

cangcut.net

Berikut ini ulasan singkat tahapan perkembangan bayi dari bulan ke bulan ditinjau dari segi kemampuan motorik kasar, motorik halus, kognitif atau bahasa dan sosial. Selalu ingat bahwa tahap pertumbuhan dan perkembangan bayi berbeda satu sama lain.

Tidak semua keahlian akan dimiliki pada waktunya. Normal jika bayi bunda belum mencapai milestones tertentu di bulan yang tertera dipembahasan berikut ini. Yang penting adalah proses perkembangan bayi bukan batas waktu.

Dibawah ini tahap perkembangan bayi secara umum yang bisa dijadikan acuan dan parameter untuk mengetahui tumbuh kembang bayi bunda.

 

1. Tahap Perkembangan Bayi Usia 3-4 Bulan (Tengkurap)

Tengkurap terjadi ketika bayi berhasil bertumpu pada perutnya dan bertahan pada posisi tersebut beberapa saat.

Bayi tengkurap diawali dengan kemampuan memiringkan badannya ke kanan dan ke kiri, kemudian belajar berguling diusia 1,5-2 bulan. Bayi bunda belajar tengkurap pertama kali pada satu sisi, dilanjutkan di sisi lain, lalu berbalik lagi.

Ketika sudah usia 3-4 bulan, saat otot lehernya semakin kuat bayi bisa berbaring telentang dengan memandang lurus ke depan. Lengan dan kakinya juga lebih bebas bergerak sejalan dengan kemampuannya menggerak-gerakkan kepalanya.

Bayi juga mulai berlatih berguling dan mengangkat kepalanya dalam posisi tengkurap. Baru di usia 5 bulan bayi dapat tengkurap sendiri.

 

2. Tahap Perkembangan Bayi Usia 4 Bulan (Mengangkat kepala)

Pada usia 2 bulan bayi bunda sudah bisa mengontrol gerakan leher dan kepalanya. Bayi bisa mengangkat kepala membentuk sudut 45 derajat dengan cara bertopang pada kedua tangannya saat usianya 3 bulan.

Pada usia 4 bulan, bayi dapat mengangkat kepalanya dengan sudut lebih besar yaitu 90º dalam posisi tengkurap. Kemampuan mengangkat kepalanya ini membantu melatih ketajaman penglihatannya. Bayi juga mulai menengadahkan kepalanya untuk mencari bunda jika mendengar suara bunda.

 

3. Tahap Perkembangan Bayi Usia 4-5 Bulan (Memekik gembira)

Pernahkan bunda mendengar si buah hati mengeluarkan suara dengan nada tinggi penuh kegembiraan saat berhasil meraih benda yang diinginkan atau ketika merasa gembira dengan kehadiran bunda?

Pada awal hidupnya, suara-suara yang dikeluarkannya adalah respon tubuhnya terhadap emosi saat itu.

Tetapi pada usia 4 bulan ke atas, bayi mengeluarkan suara dengan tujuan yang lebih jelas. Bayi akan berteriak dengan senang jika berhasil mencapai keinginannya. Suara yang dikeluarkannya adalah sarana untuk mengungkapkan perasaannya atau berkomunikasi dengan orang-orang di sekelilingnya.

Masa berceloteh tersebut memang sangat dinikmati si kecil. Perhatikan saja saat bayi bunda melakukan aktivitas sehari-hari, bunda akan mendengar celotehannya. Bayi akan mengeluarkan suara yang mirip huruf hidup seperti “aaaahh”, “uuuhhh”, “aaiii” dan lainnya.

 

4. Tahap Perkembangan Bayi Usia 7–8 Bulan (Memegang dua benda di dua tangan)

Pada usia 4–5 bulan, kedua tangan bayi semakin terampil. Jika bunda memberinya mainan berwarna cerah, bayi akan menggerakkan lengan dan tangannya menggapai ke arah mainan tersebut.

Gerakan menggapai ini melatihnya untuk meraih kemudian menggenggam dan memindahkan mainan dari satu tangan ke tangan lain.

Pada usia 7-8 bulan, keterampilan jari-jemari si kecil meningkat. Ia akan menggunakan tangan yang berbeda untuk tujuan berbeda. Satu tangan digunakan untuk bereksporasi, sementara tangan lain untuk memegang.

Perhatikan, bila satu tangannya memegang mainan kemudian tangan satunya diberikan mainan lain, ia tetap akan memegang mainan pertamanya namun tangan yang satu mengambil mainan yang Anda tawarkan itu.

Jika ada Anda memberikan sebuah mainan lagi, salah satu mainan yang sedang dipegangnya itu akan dibuangnya kemudian ia akan mengenggam mainan ketiga yang Anda tawarkan itu.

 

5. Tahap Perkembangan Bayi Usia 7-8 Bulan (Duduk)

Tonggak perkembangan yang mengagumkan dari seorang bayi adalah saat ia dapat duduk sendiri. Ketika otot-otot punggung dan lehernya telah cukup kuat untuk menopang tubuhnya, si kecil akan belajar duduk.

Setelah belajar mengangkat kepalanya saat tengkurap, tahap selanjutnya bayi belajar bagaimana menyangga tubuhnya menggunakan kedua lengannya dan mengangkat tubuhnya semacam mini push-up.

Sekitar usianya 6 bulan, bayi bunda akan mencoba duduk sendiri dengan mengandalkan satu atau kedua tangannya untuk duduk.

Baru di usia 7-8 bulan bayi mengusai kemampuan baru yaitu bisa duduk sendiri dari tengkurap lalu bangun sendiri dengan bantuan tangannya. Dengan kemampuan duduk tersebut, bayi bisa meraih benda yang diinginkannya.

 

6. Tahap Perkembangan Bayi Usia 7-8 Bulan (Merangkak)

Merangkak merupakan cara pertama bayi untuk bisa menjelajahi sekeliling ruang untuk mempelajari hal-hal baru yang menarik perhatiannya.

Cara bayi merangkak adalah ketika ia akan belajar keseimbangan dengan tangan dan lututnya lalu belajar maju mundur mendorong tubuhnya dengan mendorong lututnya. Kemampuan merangkak ini adalah salah satu cara menguatkan otot-otot yang akan membantunya belajar berjalan.

Usia rata-rata bayi belajar merangkak saat ia mulai bisa duduk tanpa bantuan pada usia 7-8 bulan.

Bayi bisa mengangkat kepalanya untuk melihat sekelilingnya dan otot-otot lengan, kaki dan punggungnya cukup kuat untuk mencegahnya jatuh ke permukaan saat ia mencoba bangkit dengan bantuan tangan dan lututnya.

Di usia 9-10 bulan, bayi bunda mencapai kemampuan baru yaitu merangkak mundur untuk mengambil ancang-ancang duduk.

Buah hati bunda juga menguasai teknik yang lebih maju yaitu “cross-crawling” gerakan merangkak menggunakan satu tangan dan satu kaki yang berlawanan (misalnya tangan kanan dan kaki kiri) secara bersamaan.

 

7. Tahap Perkembangan Bayi Usia 6-9 Bulan (Makan sendiri)

Makan sendiri dimulai sejak usia 6 bulan yakni saat bayi bunda sudah dapat menggunakan tangan dan jari-jarinya dengan baik dan koordinasi mata serta tangannya yang juga semakin baik.

Bayi bisa meraih benda yang jaraknya sekitar 25 cm dengan kedua tangannya lalu memindahkan benda dari tangan satu ke tangan lain. Si kecil juga senang memasukkan segala sesuatu ke mulut dan bisa memegang dengan ibu jari dan telunjuk untuk mengambil makanan.

Tambahan juga gigi-geliginya yang mulai tumbuh pada usia 6 bulan membuat bayi terdorong mulai belajar menggigit benda yang masuk ke dalam mulutnya. Di usia 6 bulan si kecil sudah juga mengonsumsi Makanan Pendamping ASI (MP ASI) atau makanan padat.

Pada usia 8-9 bulan, kedua tangannya semakin terampil mengenggam suatu benda. Bayi dapat memegang sendok meski masih kagok ketika memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Biarkan ia bereksperimen menggunakan sendok dan memasukkan benda ke mulutnya.

 

8. Tahap Perkembangan Bayi Usia 9-12 Bulan (Mengenal anggota keluarga, takut pada orang yang belum dikenal)

Saat bayi telah mengenali anggota keluarganya di usia sekitar 6 bulan, si kecil mulai bisa membedakan wajah orang-orang dekat dalam kehidupannya. Di masa ini keterikatannya dengan orang yang dikenalnya  lebih berarti.

Buah hati bunda bisa melihat, mendengar dan mengingat orang yang dikenalnya. Pada usia ini juga bayi mampu mengamati wajah dengan seksama. Dari sini ia mulai berkenalan dan akrab dengan orang-orang terdekatnya.

Tidak heran saat usia 9 bulan ke atas bayi mulai sadar wajah orang-orang yang asing baginya. Ketika si kecil menyadari ketika seorang diri dengan orang yang tidak dikenalnya, timbul rasa takut.

Bayi usia 8 bulan sudah dapat merasa takut kepada orang asing. Si kecil yang hendak digendong oleh orang yang dikenalnya, jadi tiba-tiba lebih mudah menangis jika ditinggal sendiri bersama orang lain yang tidak dikenalnya.

 

9. Tahap Perkembangan Bayi Usia 12-13 Bulan (Berjalan)

Langkah pertama adalah gerakan awal bayi untuk menjadi sosok yang mandiri. Pada usia 8-9 bulan si kecil mulai dapat mengangkat tubuhnya ke posisi berdiri.

Biasanya ia akan menumpukkan kedua tangannya pada meja, kursi atau perabot rumah tangga atau apapun yang dapat menahan berat badannya. Bayi lalu akan belajar merambat, menggeserkan kedua tangannya ke samping diikuti oleh langkah kedua kakinya.

Kepandaian bayi dalam belajar berjalan semakin baik. Jika bunda memegang kedua tangannya, beyi akan menapak dan mulai melangkah. Lama-lama otot-otot kakinya semakin terlatih dan kuat. Si kecil juga semakin semangat menjajal kemampuannya berjalan.

Pada usia 11 bulan, bayi telah mampu berdiri sendiri dalam waktu sekitar 2 detik tanpa bantuan apa pun karena si kecil memang telah pandai menjaga keseimbangan tubuh. kemudian bayi mulai mencoba melangkah sendiri 2-3 langkah.

Pada usia 12 bulan, buah hati bunda telah siap berjalan meski kadang-kadang masih sedikit limbung.

 

10 . Tahap Perkembangan Bayi Usia 18 – 24 Bulan (Bicara)

Rata-rata bayi dapat lancar bicara pada usia 2 tahun. Sebelum kata-kata pertama keluar dari mulutnya, ia belajar peraturan berbahasa dan melihat bagaimana orang dewasa berkomunikasi.

Si kecil mengawalinya dengan menggunakan lidah, mulut, langit-langit dan gigi-geliginya untuk membuat suara, lambat laun kata-kata tak berbentuk ini menjadi kata yang berarti seperti “mama”, “papa”, “susu”, “bubu” dan lainnya.

Sejak itu, setiap saat bayi mengutip kata-kata yang didengarnya baik dari ibu atau orang-orang di sekitarnya.

Kira-kira usia 18-20 bulan, bayi mempelajari 10 kata per hari. Dari situ si kecil mulai belajar membentuk kalimat. Pada usia 2  tahun, ia bisa membentuk 2-3 kata menjadi satu bentuk kalimat.

Bayi bisa menggambarkan apa yang dilihat, didengar, dirasa, dipikirkan dan diinginkannya dalam satu bentuk kalimat.

 

Jika melihat bayi bunda tidak sesuai tahapan pertumbuhan dan perkembangan milestones yang seharusnya, dan bunda benar-benar merasa yakin bahwa ada sesuatu yang salah, maka berkonsultasilah dengan dokter sesegera mungkin.

Karena bunda yang paling mengerti bayi bunda dan intervensi dini adalah yang terbaik.

Harus diingat bahwa ketepatan waktu dalam tahap perkembangan bayi bunda seperti kapan bayi duduk atau mengucapkan kata pertama bukanlah yang terpenting, melainkan bahwa si kecil bergerak maju (berubah dan bertumbuh) dalam proses perkembangannya.

Semoga informasi diatas bisa menambah pengetahuan dan wawasan bunda, khususnya dalam tahap perkembangan bayi.

Baca juga:
– Cara Mengatasi Pilek pada Bayi Secara Alami
– 
Kumpulan Menu dan Resep Makanan Balita yang Sehat, Bergizi dan Praktis
 Kreasi Aneka Menu dan Resep Makanan untuk Bayi Usia 1 Tahun Keatas

Artikel Menarik Lainnya

2 Comments

  1. Patricilia Kaunang 18 Desember 2015
  2. eko junaidi 26 Januari 2016

Tinggalkan Balasan